Menghabiskan Waktu Dengan Sosial Media


Lama-kelamaan waktuku hanya saya habiskan di sosial media. Entah itu beberapa menit saja atau bahkan berjam-jam.

Kalau lagi kosong buka sosmed, lagi bosan buka sosmed, lagi ada pekerjaan masih sempat-sempatnya buka sosmed, lagi unmood buka sosmed, walaupun sibuk atau dalam keadaan apapaun pasti buka sosmed. Bisa tahu lagi apa following kita atau para penghuni sosmed diseluruh dunia — yang tidak kita kenali.

Ternyata saya hidup bersama sosmed, sosmed sudah jadi kebiasaan yang saya biasakan sampai-sampai kepalaku rasanya sudah mau pecah, mataku pusing tapi hal lain yang saya dapati diakun sosmed saya terutama di Instagram, orang-orang yang saya kenal mulai berkarya dari kelebihannya atau yang ada diisi otak mereka, misalnya dalam menulis. sayang banget kalau hanya tertumpuk tanpa tidak pernah dituang.

Mereka percaya diri banget ya..

Pengen?

Iya.. tapi saya rada malu malu dan males, apalagi membaca. Soalnya saya bukan pecinta membaca apalagi baca buku tapi sih tergantung apakah buku itu isinya menarik dan bermanfaat atau tidak. Jadi kalau ada 10 buku yang menurut orang-orang buku itu keren tapi hanya 2 buku yang menururku menarik, ya 2 buku itu saja yang akan saya baca.

Dulu males banget baca buku, apalagi masa sekolah. Jadi KPOPers lebih menyenangkan — tapi sudah pensiun kok dari KPOPers. Nah anehnya, mungkin karena pengaruh sosmed yang dikelilingi orang-orang yang selalu share tulisan dan karya-karya mereka, mulai tertarik untuk baca dan.. ah jadi banyak hal yang harus disadari sampai-sampai jadi blank sangking banyaknya hal-hal menarik ini:

1. Ternyata bacaan itu warisan, dan buku adalah sumbernya. Semua buku itu bermanfaat tapi tergantung dari cara kita, bijak mengambil maknanya dari isi buku. Bacaan itu warisan.. apalagi buku yang mengandung makna kehidupan dan buku agama, bacaannya bisa kita sampaikan ke keluarga.. saudara, anak, cucu, cicit dan sumbernya.. mereka bisa baca di buku.

2. Dengan menulis adalah cara kita mengenang dan intropeksi diri. Menulis hari ini dan baca besoknya untuk di intropeksi lagi. Ingatan, ingatan kita juga berkapasitas.. memori manusia memang memori paling luas bisa menyimpan banyak tapi kita hanyalah manusia yang ada kurang dan lupa nya. Menulis itu bisa menyimpan kenangan. Selain gambar.

3. Entahlah, kenapa sering mikir begini : saya sudah mulai besar, sudah mulai tua, dan hal yang menakutkan lagi bumi juga sudah tua. Bicara soal apa yang sudah kita lakukan di dunia.. selama saya hidup apa yaa yang sudah saya buat, berikan dan share? Apalagi di masa tua begini.. sekolah sudah, cari kerja, menabung, menikah, punya anak- siklus umumnya manusia. Tapi kan sekarang jomblo, masa-masa jomblo hanya dihabiskan dengan.. nonton story sosmed. Hadeuh kenapa tidak ikut orang-orang yang sedang berlomba lomba mengembangkan kelebihan dan minatnya sambil menunggu jodoh — misalnya? Kenapa tidak mengshare yang baik-baik? Tidak ada rugi dan buruknya

Menunggu sambil melakukan sesuatu itu bermanfaat untuk diri. .
Awalnya malu-malu, tapi lama-lama saya melihat mereka yang tanpa malu posting tulisan mereka. Dan.. dulu sebenarnya saya sudahmenulis di wordpress tapi karena tidak konsisten akhirnya berhenti lalu delete akun.

Kemudian menulis di sticky note secara privasi dan share bacaan yang saya baca disosmed yang tulisannya bermakna. Akhirnya mikir lagi.. rugi banget kalau saya tidak share. Persoalan di baca atau tidak sama followers ternyata.. begitulah rasanya menulis dan share

Jangan menuntut untuk di baca dan disuka entar itu malah pamrih, sudah bagus berniat menulis tapi kalau akhirnya memaksa untuk di baca dan di suka, kayaknya itu tidak bijak. Pembaca punya hak sesuai hati mereka dan pendapat mereka.

Jadi.. dibaca atau tidak disuka tidak usah terlalu di pikir, yang terpenting:

1. Kita menghabiskan masa tua yang bermanfaat, sudah mau belajar berbagi yang baik-baik dan bermanfaat.
2. Sudah pernah mencoba dan merasakan mengembangkan diri.

Komentar