Seniman atau Orang Kantor-Siapa Yang Lebih Baik?






Yang kerja lagi sedang bekerja keras, yang dimasa masih punya waktu luang sedang menikmati waktunya, yang masih sekolah sedang giat belajar, yuk nonton bareng ini

Jurusan, Kerja, Gaji, Yang dikerja, tempat kerja, sekejap banyak yang jadi terpikirkan

Dulu, Masih ingat gak sih waktu kalian kuliah? Waktu awal semester masih belum bisa terima kenyataan malah lulus di kampus sekarang, maalah masuk di jurusan ini. Ya, kata orang dewasa kampus H lebih bagus, kampus M dan I juga, Jurusan T lebih meyakinkan, jurusan H juga.

Oh kuliahnya di kampus itu em.. oh-jawaban rata rata B aja. Tapi setelah dijalani sampai dipertengahan semester, akhirnya harus disadari, sudah seperti inilah takdir kita. Kita gak tau, rezeki kita dimana dan jalan masuk nya bagaimana. Setiap tempat pijakan pasti ada dukanya tapi suka yang dirasakan, ternyata berharga banget. Apa? Teman yang bisa membuka pemikiran, jangan liat di cover, solidaritas tanpa membandingkan. Yaa mungkin bagi beberapa orang ah biasa aja, tapi bayangkan kalau tidak ketemu mereka, memangnya kita akan bisa punya pemikiran terbuka dan merasakan solidaritas mereka? Belum tentu.

Dulu, orang dewasa akan mewanti-wanti, kalau kerja cari yang gajinya tinggi, jabatannya bagus, ruangannya berAc, kantor ternama, sesuai jurusan, yang dikerja didepan laptop.

Bukan yang gajinya rendah, jabatannya rendah, ruangannya dilapangan, entah kantor apa itu, tidak sesuai jurusan, yang dikerja bikin kopi aja.

Akhirnya yang di mindset kita, harus punya gaji lebih dari kiriman uang bulanan waktu kuliah, jabatan harus sesuai tittle, kantor harus ternama minimal Instansi Pemerintahan maksimal BUMN, ruangannya berAc biar putih, yang dikerja harus berkaitan dengan berkas dan laptop.

Waktu masa kuliah, saya gak mau ah jadi honorer. Saya suka seni sih, tapi terjamin gak sih masa depannya?. Sadar gak sih dengan mindset begitu kita malah merendahkan pekerjaan? Kita kurang bersyukur.

Padahal

Semua pekerjaan itu ada enak dan tidak enaknya, ada resikonya, dan yang harus paling kita ketahui semua pekerjaan itu baik asalkan pekerjaan itu halal. Jadi tukang parkir itu pekerjaan yang baik kok, kan bukan merampok

Dulu, banyak banget terdengar isu-isu honorer itu.. Gaji lebih rendah dari uang bulanan yang dikirim waktu kuliah, yang dikerja.. harus mau disuruh bikin kopi, hadeuh

Kita malah ditakut takuti dengan gak enaknya, yang ada kita memandang remeh pekerjaan dan kurang bersyukur dan takut mencoba.

Kamu kan S1 jadi mendingan cari kerja yang sesuai pendidikanmu.

Padahal, Allah Swt itu adil.. sadar gak sih kadang kita di hadapkan dengan sesuatu yang kita tidak sukai padahal itu amat baik untuk kita QS. Al Baqarah: 216

Waktu pertama masuk kerja, rasanya mental langsung down, apa yang orang dewasa bilang itu ternyata benar. Istilahnya kita mesti mau kerja bersih 'kerja di depan laptop' dan kerja kotor 'kerja bersih bersih kantor’. Bayangkan, dah S1 dan kerjanya mesti gitu? Kamu mau?

Iya.. Saya honorer di instansi Pemerintahan di Kementerian.

Ah akhirnya saya mikir, saya yakin sama takdir yang Allah Swt kasih berarti Allah percaya kita bisa menjalaninya, tugas yang atasan kita kasih, berarti atasan kita percaya kita bisa mengerjakannya dan satu lagi yang terpenting yang saya yakini

Apapun yang kita kerjakan selama itu halal pasti akan bermanfaat di masa depan
Bersih-bersih kantor bisa dibilang harus jadi pekerjaan rutin, lebih rutin ketimbang bersih bersih dirumah.. apa yang belum pernah kita kerja di rumah, apa yang malas kita kerja dirumah mau gak mau harus kita rasakan di kantor, tapi bisakah kita bijak mengambil maknanya? Yang belum pernah dan malas kita kerja bisa jadi pengalaman kita supaya bisa dikerja di rumah di masa depan. Kembali lagi,

Allah itu adil. Allah itu memberikan kita sesuatu yang tidak kita sukai bukan supaya kita menderita, tapi belajar untuk menghargai dan menerima
Kalau pertama kali menerima takdir dan langsung mengeluh, ah masa kerjanya gini, ah masa gajinya begini, ah masa jabatan dan ini itunya gini. Rasanya, kita itu pecundang, takut untuk mencoba dan menerima. Kurang bersyukur dan menghargai. Betapa banyak pekerjaan yang sekarang kita dapat ternyata sangat disyukuri oleh orang orang diluar sana. Sedangkan kita? Mengeluh, mengeluh, mengeluh akhirnya jadi malas

Ia dulu liat pekerjaan harus liat jurusan yang jelas masa depannya, seperti kita pintar banget menebak kehidupan masa depan itu bagaimana. Seperti kita tau aja, kalau jurusan kita di masa depan akan sangat diminati disaat kita cari kerja. Nyatanya, dunia itu berputar mengikuti perubahaan zamannya. Dulu seni itu dianggap B aja, tapi faktanya sekarang senilah yang akan membuat orang tertarik, syair syair di instagram, musik musik di youtube, designer grafis di iklan iklan, kita gak bisa tebak kan?

Semua pekerjaan pasti ada enak dan gak enaknya, ada resikonya. Orang orang mikir, kerja di bank enak ya, cantik, berhigheels, gaji banyak, banyak bonus, kerja di ruang berAc, tapi tau gak dibalik enaknya itu ada tugas yang berat mesti mereka capai, target pencapaian 1M atau lebih dalam setahun. Kamu mampu kira kira tuh?. Ada lagi yang mikir, enak ya jadi PNS, kerjanya nyantai tapi dibalik itu banyak aturan, pelayanan, berkas berkas yang mesti segera di bereskan kalau enggak bisa segera di bereskan bisa jadi hambur radul aturan, berkas berkas dan tugas yang di kerja

Bayangin aja, kalau semua orang harus berjabatan tinggi tanpa ada yang mau jadi OB/OG, yang jabatannya bos kira kira siap membersihkan ruangannya sendirian disetiap hari? Buang sampahnya, nyapu ruangannya, isi air digelas. Atau kita yang malah disuruh padahal jabatan kita sebagai sekretaris bukan OG, emm..

Kadang awalnya kita gak nyaman, sulit menerima rezeki kita, tapi kita baru akan sadar berharganya kalau sudah di jalani. Malah bisa bisa kita malah malu sendiri sama diri, ah ternyata pernah mengeluh gak suka, gak nyaman tapi akhirnya malah bersyukur

Kembali pada judul vidio seniman atau orang kantoran

Salut dengan seniman yang konsisten menjadi apa yang mereka mau sejak mereka kecil dan mampu memgembangkan kelebihannya dengan kepercayaan diri yang tinggi

Orang kantoran, yap semua pekerjaan ada resikonya, ada gak enaknya. Salut untuk mereka yang siap menerima pekerjaan yang diperintah tanpa mengeluh dan lari dari tugasnya

tetaplah bersyukur dan berikan hasil yang baik. Didunia kerja, orang orang yang akan menilai hasil kerjamu bukan kamu yang bekerja sesuai hati

Komentar