Tujuan Menulis

Dalam sekejap memutuskan untuk menulis dan dalam beberapa hari dibuat berpikir karena menulis
Berkat Teman teman yang ikut membagikan postingan positif dengan tujuan saling mengingatkan kepada kita semua
Kepikirannya begini, saya takut semakin sering menulis sama halnya berbicara atau bercerita malah semakin banyak omongan kosong terucap. Maksudnya sekedar kata tanpa aksi. Sebenarnya itu sih tergantung dari diri saya
Lalu, saya takut tulisan saya menjadi boomerang untuk saya. Takutnya, semakin lama menulis malah bikin saya lupa diri/angkuh karena merasa bangga dengan tulisan saya. Tapi lagi, itu tergantung dari diri saya
Lalu saya ingin mencoba menulis yang bisa mengaitkan dengan agama seperti teman saya, bukan hanya tentang sosial untuk secara umum. Karena saya takut, saya malah semakin lupa pemahaman agama saya, Islam
Tapi jujur saja saya masih ingin menulis apa yang ada didalam pikiran saya terutama tentang sosial yang sering kita sepelekan, membagikan apa yang saya baca atau nonton supaya kita sama sama tau. Walaupun itu tentang cinta/move on, supaya kita bisa bayangkan dampaknya, jadi tergantung dari diri menilainya bagaimana
Kenapa suka menulis tentang sosial? Karena itulah kekurangan kita, lebih sering dan cepat menjudge, tanpa mendengar penjelasan, tanpa ingin merendah hati untuk memahami
Apakah besok saya masih akan tetap menulis, berbagi, didunia sosmed atau kembali menyimpannya sendiri, tanpa di publikasi
Atau belajar dulu lagi, karena saya mulai merasa aneh dengan dunia, kehidupan dan diri sendiri. Semakin banyak yang berubah, bukan hanya orang lain tapi diri kita sendiri
Rasanya menakutkan saat orang terdekat berubah, sulit memahami tapi lebih menakutkan kalau ternyata kita juga berubah dan semakin lama semakin angkuh

Komentar