Gaji dan Rezeki

Gaji pertamamu untuk apa?
Uangmu kamu kemanakan?
Rezeki seseorang ditakdirkan dengan berbeda cara


Dimana dihari sebelumnya tangan kananku gatal lalu berganti di tangan kiriku. Saya tidak berpegang pada kepercayaan orang dulu yang katanya kalo tangan kanan atau kiri gatal ada makna yang berbeda.
Ini bukan fakta dari tanganku yang gatal. HarI itu rezeki kembali berpihak padaku. Rezeki tetap datangnya dari Allah Swt. Mungkin tangan gatal itu ibarat sebuah kode.
Sore hari, saya bertemu dengan bapak itu. Awalnya saya diajak bercerita basa basi kemudian tiba tiba bapak itu bilang “ini saya kasih… tapi jangan ditolak” saya tentu membatin peka. Aduh apa ini?. Tebakku dalam pikiran saat melihat tangan bapak itu mengambil amplop panjang yang terlipat.
Bapak itu bicara banyak tapi yang bisa saya ingat hanya ini-setelah bicara banyak tentang kakaku yang berencana naik haji “anggap saja ini rezeki, saya kasih ini supaya kamu bisa nabung untuk naik haji juga. Jadi besok kamu bikin tabungan haji nah ini setoran awal kamu nanti kamu tambahin juga”
Pastilah saya nolak, bukannya naif. Tapi gini, saya dan bapak itu faktanya tidak punya hubungan keluarga. Pengennya nolak dan mestinya memang harus nolak. Bukannya nolak rezeki, tapi kalo di pikir pikir kan lebih baik uangnya bapak kasih ke anak anaknya bapak atau istri atau ditabung. Saya bukannya sombong tapi takut menyusahkan dan membebankan.
Tapi bapak itu bilang lagi dari penolakan halus yang saya ucapkan “ini juga dari rezeki orang kasih jadi saya kasih lagi ke kamu, saya cuman mau bersedekah untuk kamu, semoga dengan setoran awal ini kamu jadi naik haji”
Akhirnya kami banyak cerita. Tapi tetap si bapak yang lebih banyak bercerita, lebih tepatnya wejangan untuk saya.
Saya cuman jawab ia pak.. terus senyum lalu jawab ia lagi kemudian senyum lagi sampai bapaknya kira saya bercandain si bapaknya “saya serius nih”
“saya serius ini”
“saya serius”
Ngulang kata katanya sampai tiga kali karena liat respon saya yang keliatannya biasa aja atau malah ngebercandain bapaknya.
Padahal muka saya emang gitu rada rada menjengkelkan tapi insha Allah saya selalu ingat atas kebaikannya bapak dan ngikut akan nasehat nya. Aamiin allahumma aamiin.
Ditengah tengah cerita kami, bapak ngasih tau rahasia supaya rezeki lancar.
“saya dari dulu kalo dapat rezeki, disaat saya menerima dan memberi saya selalu baca doa ini” sambil nulis ayatnya dengan ingatan yang masih jelas bapak itu melanjutkan “ini surah as-Sad ayat 54 coba kamu ambil al-qur’an yang disitu sudah benar atau tidak ini ayatnya” sambil nunjuk lemari buku miliknya saya berjalan mengambil al-qur’an dan benar surah dan ayat yang di katakan bapak
اِنَّ هٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهٗ مِنْ نَّفَادٍۚ
Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya
“ingat disaat kamu memberi dan menerima baca ini, sungguh inilah rezeki dari kami yang tidak ada habisnya. Memang benar ayat ini, sudah terbukti dalam hidup saya juga. Waktu itu saya nabung untuk haji alhamdulillah tahun berikutnya saya dapat bonus untuk menunaikan haji begitupun dengan kakak kamu, dia meniatkan untuk haji dan tidak disangka dia dapat umroh gratis, sedekah itu disaat kita niatkan insha Allah kita akan diberi 2 kali”
Begitu banyak nasehat bapak yang menuntun saya menjadi lebih baik dan bersedekah. Padahal kita bukan keluarga tapi rasanya bapak seperti orang tuaku.
Selesai cerita saya diatas. Cerita diatas tidak bermaksud pamer. Tapi diusia muda begini bahkan masih lajang dan alhamdulillah sudah kerja. Kadang digaji pertama hingga gaji seterusnya kita belanjakan yang gak penting penting banget.
Malah yang gak tidak butuhkan. Kadang juga malah kita belanjakan barang yang udah ada.
Waktu digaji pertama, untungnya ada kakak dan orang tua yang perhatian sama. Ortu sama kakak nyuruh untuk wakaf, serah mau nyicil atau lunas.
Selesai wakaf saya bingung gaji berikutnya diapakan ya. Mungkin ditabung aja sambil bersedekah. Alhamdulillah bapak itu mungkin jawaban dari Allah Swt.
Bersyukurlah diusia muda dengan cepat dapat kerja dan bahkan masih jomblo bahkan tinggal sama ortu. Selagi belum banyak biaya coba deh list dan susun gaji gaji kamu mau dikemanakan.
Ingat ada wakaf yang harus bayar, ada zakat yang harus dibayar, jangan lupa bersedekah, ingat naik haji. Kalo belum mampu bayar lunas bayar nyicil atau sedikit pun tidak apa asal semampunya tapi tetap harus ditunaikan. Kalo haji, gak dipaksakan tapi selagi muda kenapa tidak?
Banyak yang mikir remeh semisal gini “ah masih muda, ah besok juga masih ada rezki, ah ntar aja mau nikmati gaji dulu, ah…” banyak alasan yang sebenarnya gak masuk akal dan hanya sebagai pembelaan pada diri sendiri
Semakin lama malah saya mikir gini, buat apa banyak banyak beli baju dan celana kalo semuanya masih bagus. Ikut style? Style tiap bulan bisa berubah ubah. Saya secara pribadi udah cukup dengan pakaianku karena mau kemana juga sih.. toh lebih sering dirumah jadi gak usah belanja yang sebenarnya gak penting penting banget.
Selagi masih muda dan lajang belum ada beban, coba deh bersedekah untuk akherat. Karena sedekah itu hasilnya untuk diri kita sendiri dan untuk akherat.
Yang untung ke kita juga malah bisa berlipat ganda.
Yaa kalo udah gajian di gaji pertama langsung wakaf, bisa nyicil atau lunas. Diselingi dengan sedekah sesampunya.
Gaji berikutnya nabung sedikit untuk haji dan sedekah semampunya.
Gaji berikutnya lagi berzakat dan sedekah semampunya.
Kalo ditanya kenapa bisa dikasih rezeki dari si bapak. Saya juga gak tau, itu rahasia dari Allah Swt. Tapi yang saya yakini, gak ada rezeki datang tanpa kebaikan yang kita lakukan sebelumnya.
Dan rezeki orang itu memang berbeda beda. Kakak adikpun beda.
Bisa saja, si kakak rezekinya datang atas usaha kerasnya dan si adik dari pemberian pemberian orang karena perbuatannya.
Keliatannya memang si adik seperti dikasihani karena rezekinya dari pemberian orang atau kata lainnya di bantu orang.
Yang terpenting sebenarnya bagaimana cara kita bersyukur dan tetap ingat Allah Swt juga tetap berbuat baik.
Jangan lupa sedekah dan tunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim.
Karena rezeki bisa Allah Swt tunda tapi kalau kita sering berbagi dan tunaikan kewajiban kita tanpa takut akan gaji kita habis yakinlah walaupun cuman dipegang 2ratus diawal bulan bakal terasa cukup dan Allah Swt punya banyak cara memberikan rezeki lagi untuk kita.
Untuk orangtuaku, kakaku dan si bapak.
Sekali lagi terima kasih atas nasehat dan bimbingan kalian yang telah mengarahkan saya apa yang mesti saya lakukan disaat baru memulai kehidupan nyata. Disaat saya menerima gaji awal supaya gak menghabiskan uang dengan sia sia atau dosa.
Doa saya pada Allah Swt. Mereka yang telah berbuat baik padaku, masukkanlah mereka kesurga. Timbanglah amal baiknya, liatlah amal baiknya karena mereka orang orang baik pada hamba aamiin allahumma aamiin.

Komentar