Kemudahan dari Mas Grab



Malam ini Allah memberikanku rezeki berupa bantuan.

Kenapa rezeki? Menurutku rezeki bukan soal uang.. Ada seorang teman kuliahku bilang punya teman seperti kalian juga rezekiku. Lama kelamaan aku memahami maksudnya, rezeki bukanlah soal uang, pekerjaan, kemudahan dan bantuan adalah rezeki dari Allah juga dan malam ini aku merasakan rezeki itu dari Allah.
Uang bulanan dari hasil pinjam pula tinggal 20 ribu rupiah sementara pergantian bulan berikutnya atau awal bulan masih ada 1 minggu atau 7 hari.
Sebenarnya agak pusing tapi coba untuk tetap tenang dan pasrah, untungnya di kota perantuan tinggal sama tante buka ngekos.. kebayangkan kalo ngekos!
Hari ini adalah hari praktek falak di pantai Losari. kesananya naik grab bertiga bareng teman jadi kita patungan, nah.. akhirnya di dompet uang tinggal 20 ribu. Mencoba itung itungan untuk biaya pulang kira kira kalo naik grabike trus pake promo sisa bayar berapa ya.. padahal takut banget naik grabike karna sudah jam 10 malam..sebenarnya ppl falak di mulai jam 5 sore tadi sampai jam 8 malam dua jamnya itu ditambahi dengan nongkrong dulu.
katanya reuni setelah ppl peradilan atau magang selama sebulan jadi pisah gitu sama teman teman kan beda tempat pplnya ada yang sampai di luar kota untungnya ada teman yang ngtraktir, rezeki lagi.
Akhirnya setelah berpikir panjang sambil bertanya ke teman yang tadi naik grabcar bareng kali aja mau naik grabcar bareng lagi. keputusan yang keluar kita pulangnya misah, naik grabike. Berpegang pada ayat kursi aja sama kekuatan terdesak kalo ada apa apa.
Waktunya datang driver grabikenya perawakannya agak sedikit menakutkan tapi semoga saja enggak macam macam tapi pikiranku lalu tiba tiba teringat pada kejadian tempo hari katanya ada penumpang yang hampir di perkosa sama ojek online tapi berdoa aja itu gak akan kejadian padaku.
Dan selama perjalanan pikiranku hanya melayang pada “bagaimana hidupku besok? Padahal besok mesti pergi lagi ke tempat ppl peradilan buat urus beberapa laporan. kayaknya nitip aja deh.. semoga aja bisa nitip. atau pinjam duit? Pasrah aja dengan besok gimana.. kalo emang mesti datang ya udah.. kan sisa grabnya masih bisa buat ke tempat ppl. pulangnya nanti minjem atau nebeng” akhirnya diriku dan pikiranku sepakat hasil solusi untuk besok seperti itu.
Sesampainya di rumah tiba tiba driver nya bilang”mbak gak usah bayar””eh kenapa jangan pak” aku mikirnya apa gara gara aku make promo jdi tnggal bayar 8 ribu yg tdinya 16 ribu jadinya kayak percuma aja nrima krna maunya 16 ribu.. jadi agak malu dan gak enakan lalu sedikit samar samar mendengar perkataannya”boleh minta tolong mbak?” Aku kirain bapaknya maunya mnta bayar 16 ribu total harga sebenarnya.. jadi dengan cepat aku bilang”ini pak gak apa apa.. sesuai harga””bukan bukan begitu mbak.. tolong bantu saya naikkan pointnya.. soalnya btuh satu point supaya bisa naik 50 (aku lupa bilangnya berapa) soalnya baru 47 sementara malam ini pointnya harus sesuai target..” aku sejenak diam mencoba mengerti maksudnya bapak grab itu..”o ia pak gimana caranya?””Mbak seolah olah pesan grab lagi ke jalan yang dekat dekat sini.. ke rumah sakit greselina saja..” jelasnya lagi”o ia pak.. tnggu ya berarti sya mesan lagi ya ke rs grestelina””ia mbak..” beberapa menit aku buat pemesanan grabike seperti biasanya dengan tujuan yang agak berbeda sesuai permintaan bapak itu dan tidak hitung waktu lama bapak itu syukur alhamdulillah bisa dapat pemesananku”sudah ya pak?””Ia sudah dek makasih banyak dek” dengan nada lesuh seperti kecapean seharian ngegrab tapi dibarengi dengan nada syukur seperti rasa senangnya tak bisa ia gambarkan bisa ku rasakan hanya dengan mendengarkan suara bapak itu dan wajahnya yang tergambarkan perasaan lelah namun bersyukur.
Jujur waktu liat wajah itu aku juga bersyukur bisa membantu”ini pak uangnya” tanganku ku ulurkan memberikan biaya nya tapi bapaknya bilang lagi “gak usah dek saya cuma mau targetku tercapai makasih banyak dek” kami berjabat Tangan sama sama melempar senyuman rasa terima kasih sudah sama sama saling membantu, aku menundukan badanku sedikit menunjukan rasa hormatku kepada orang yang lebih tua dariku yang juga sebenarnya ku tunjukan rasa terima kasihku “makasih banyak pak””ia makasih banyak dek” kata terima kasih sama sama kami sampaikan.
Aku sangat berterima kasih banyak pada bapak driver grabike. bapak sebenarnya juga sudah menolongku. aku sangat bersyukur sangat dan sangat. aku tidak tau besok bagaimana ceritanya kalo uangku benar benar habis dan tidak ada bantuan tapi bapak telah membantuku. kalopun besok ada bantuan datang setidaknya uangku masih ada simpanan kalopun tidak.. yaa.. bantuan tidak selamanya ada secara beruntun.Mungkin bagi kalian ih hal biasa kok harus di ceritain di blog segala.
Tapi aku ingin mengingat malam ini, hal ini bahwa Allah selalu membantuku walaupun aku selalu lalai dalam perintahnya bahwa Allah memang pemberi bantuan atau rezeki yang nyata. dengan cara yang tidak akan terduga Allah mengirimkan seseorang untuk membantuku. jangan jangan bapak itu malaikat?
Bahwa ini mungkin hal kecil.. yg juga terjadi pada beberapa penumpang.. tapi hal kecil ini telah membantu pada seseorang yang baginya ini bantuan besar. hidupnya tidak akan dia tau besok seperti apa.
uang memang bukan segalanya tapi hidup di bumi di zaman modern dimana segala kebutuhan membutuhkan biaya yang mahal maka segalanya membutuhkan uang.
Bagi beberapa orang yang berkecukupan mungkin jarang terjadi padanya jadi sulit dirinya untuk memposisikan dirinya yang sedang kesulitan seprtiku atau membayangkan dirinya pada kejadian itu jadi menganggap ini biasa tapi dua orang yang saling membantu di kala susah yang sama sama mendapat bantuan karna Allah adalah rezeki yang sangat di syukuri. makanya aku sengaja menuliskannya agar kita bisa sama sama beryukur dengan hal kecil ini.. dengan rezeki ini..
Aku tau ini kebaikan dari Allah dalam mengurangi susahku krna bapak driver itu sama sekali tidak mau menerima uangku dan sementara aku membutuhkan uang itu untuk besok.Itu yang membuatku sadar bahwa ini adalah rezeki dari Allah. ini adalah bantuan Allah.


Komentar