Kode-Kode-Nya Allah atau Saya yang Merindu..?

Tahun 2018 kemarin adalah tahun belajar hijrahku. Kenapa saya bilangnya belajar?
Karena begini polanya “bukan hijrahnya yang sulit, tapi istiqomahnya”
(saya harap tulisan ini bermakna untuk kaum muslim bila ada cerca atau sindiran, itu hak kalian-aku bisa apa?)

Tahun itu adalah tahun penuh berkah, dimana saya memulai belajar hijrah
Belajar untuk menjaga ibadahku
Bertemu orang-orang soleh
Ke kajian, belajar ngaji dan bahasa arab (tapi berhenti ditengah jalan)
Dan kesuksesanku hari ini berkat ibadah yang saya jaga waktu ditahun itu,

“Saya tanamnya kemarin lalu ku petik hasilnya esok lusa”
Seperti itulah keberkahan yang saya dapat. Masha Allah.
Allah memang tidak pernah mengikar janjinya pada umat yang selalu memohon dan berada dijalannya.

Namun..

Memasuki tahunn 2019 menjadi tahun terberatku,
Dimana ujian datang bukan hanya dari lingkungan tapi juga dari jauh sana.
Ibadahku tidak seperti diwaktu itu
Mengajipun sudah mulai jarang
Anehnya yang sering saya rasakan
Ketika maghrib tiba
Atau diwaktu setelah sholat

Mulutku komat kamit seperti ingin mengucapkan sesuatu

Yang pastinya bukan ingin menyanyi, karena hatiku memang berkata tidak ingin menyanyi
Berbicara? Bukan juga
Jadi saya coba saja bersholawat nabi atau istiqfhar
Rasanya, seperti hati menemukan tambatan hatinya-menenangkan

Begitulah yang saya rasakan pada bibirku-menenangkan.

Komentar