sebuah; Prinsip Hidup

saya tuh sering berdebat dengan diri sendiri ketika teman-teman berbeda prinsip. prinsip yang mereka bagikan dalam bentuk tulisan digambar atau caption mereka di story atau unggahan mereka.
Semisal nih tentang pekerjaan, Perempuan yang bekerja atau perempuan yang jadi ibu rumah tangga, Menikah muda atau menikah diumur yang sudah tua, Pekerjaan dengan gaji rendah, pekerjaan dengan posisi rendah atau menunggu diterima di pekerjaan yang gajinya tinggi dan punya posisi yang lumayan, males cari kerja karena mau menikmati masa menganggur.
Kenapa sih prinsip mereka terkadang berbeda denganku dan terkadang menurutku, prinsip hidupku lebih bijak ketimbang mereka…
biasa juga nih mereka buat caption kayak ngasih kode tentang kebahagiaan.. yaa menurut mereka bahagia mereka itu kalau cepat nikah, mereka bahagia dengan kekasih mereka atau nih tentang keadaan mereka.. semisal mereka ternyata sekarang sedang tidak bahagia, mereka akhirnya berubah jadi cuek karena dicuekin juga jadi kalau lu baik gue lebih baik kalau lu cuek gue lebih cuek kalau lu jahat gue bisa lebih jahat intinya gue bisa bales dendam
Itulah saya punya segala macam kritikan dalam pikiran tapi tidak mau mengkritik secara langsung sama orangnya. karena memperdebatkan langsung ke mereka yang berbeda prinsip hanya akan menimbulkan masalah lagi, hanya akan menimbulkan masalah besar.
Jadi perbedaan prinsip inilah yang membuatku terkadang menganggap hidup mereka gak sebijak saya menjalani hidupku. rasanya mereka tuh buat hidup terlalu drama.
tapi akhirnya saya sadar, ternyata saya yang keliru memaknai prinsip hidup. Terlalu banyak mengkritik tanpa memahami dulu, tanpa menghargai dulu dan parahnya saya sombong banget dengan hidupku yang padahal saya belum jadi orang tua yang udah hidup berpuluh puluh tahun dengan pengalaman yang banyak.
saya ini baru anak kemaren yang masih harus belajar tentang hidup.
seharusnya saya sadar.. Setiap manusia dimuka bumi yang luas ini dan beraneka macam bentuk juga karakter ini pasti akan berbeda Prinsip. Sekalipun dia itu saudara kita.
Kita tidak bisa memaksakan mereka untuk ikut dan setuju dengan pirnsip hidup kita. Mereka punya hak akan apa yang menjadi prinsip hidupnya. prinsip mereka pastinya adalah hasil dari observasinya dalam hidupnya. Sama halnya dengan kita, Mana mungkin kita memiliki prinsip tanpa ada hal yang sudah terjadi.
Pasti ada hal bermakna dalam hidup kita yang menjadikan prinsip ini ada. Bukan sekedar berprinsip.
Dan apa yang di alaminya berbeda dengan apa yang kita alami. Sama halnya lagi dengan cara berpikir setiap manusia.
Kita mana bisa memaksakan si anak A dan B harus memiliki penjelasan yang sama dengan sebotol air minum yang mereka liat. Pasti cara menjelaskan mereka itu berbeda.
So, maksudku tuh begini
Yaa begitulah prinsip dia..
Yang ingin nikah muda
Yang ingin jadi ibu rumah tangga saja
Yang mau nganggur dulu sampai dapat pekerjaan yang menurutya oke.
Kita tidak bisa menganggap prinsip hidupnya salah, kita tidak bisa menganggap dia sebelah mata. Selama dia bisa menikmati hidupnya, dia hidup dengan baik, dia enteng-enteng saja dengan hidupnya, kenapa mesti nganggap dia salah menjalani hidupnya?
Kenapa mesti maksa dia harus hidup seperti prinsip hidup kita?
Yaa kalau prinsip hidupku..
Nikah tua gak masalah
Jadi wanita karir itu gak masalah
Gak masalah kerja dari bawah
Tapi saya happy happy aja, tetap bisa melakukan ini itu, tanpa berbuat kejahatan. Kenapa saya mesti memaksakan mereka jadi seperti saya, kenapa mereka mesti maksa saya untuk ngecopy paste orang lain ke hidupku!
Kita punya hak untuk memilih untuk hidup kita.
Tapi tidak ada salahnya juga, kita mendengarkan pengalaman hidup mereka, mendengarkan kisah hidup orang lain yang mereka dengarkan.
Karena tidak ada hidup manusia yang tidak bermakna, yang bisa kita petik untuk hari-hari esok.


(benar, kita urusi saja hidup 

Komentar