tentang; Kakaku ‘yang sering saya jadikan story sosial media’








foto ini diambil kemarin (dia tidak ada digambar ini, dia yang motret) dibulan Juli kemarin (sekarang Oktober) dia liburan (cuti) di London. ini umroh pertamanya atas hadiah pencapaian kerjanya selama tujuh tahun lebih, sekarang ini dia masih single diumur memasuki 30 tahun.
waktu kuliah dia mengikuti kegiatan sekaligus lomba menulis tingkat Asean di Singapura dan dikuliahnya itu, dia yang sibuk beroganisasi bisa membuatnya mengunjungi pulau Jawa (lupa dimana)
disaat dia sudah kerjapun dia mengunjungi beberapa kota di Indonesia atau daerah wisata di Poso, terkadang karena tugas kantor ataupun dari ambil cuti nya.




oke, diatas itu sebagian dari biografi tanpa bermaksud ingin pamer karena dia kakaku. atau berbangga atas keberhasilan kakak sedangkan saya adik satu-satunya punya hidup yang biasa saja. tidak ada yang bisa dibanggakan.




tidak ada saudara yang terlahir sama karakter, terkecuali wajah.
mana ada saudara yang terlahir sama nasib, bahkan apa yang mereka suka dan minati bisa berbeda.
itulah saya dan kakak saya, kami hanya dua bersaudara. mungkin bagi orang tua lain menganggap hanya memiliki dua anak apalagi anak perempuan adalah perkara mudah, mudah diatur.
mereka salah.
kami berdua ibarat, anak baik dan anak badung. kakak tentunya anak baik dan saya… begitulah.
jadi, tidak mengherankan kami masih suka berkelahi. lebih tetapnya kakak yang suka sekali mengatur (dia orang yang lumayan perfeksionis dan saya manusia yang malas)
selain perbedaan itu.. ada hal-hal yang kalau kata orang-orang tentang kami “tidak konek” kami berbeda sifat.
kakak memang anak baik, tapi dia lumayan cerewet dan saya si anak badung yang malas bicara. jadi hasil yang ada ketika dia mulai cerewet suka ngomel yang bikin saya uhhhh (mendongkol dalam hati)
mana ada yang betah di cerewetin?




dulu kalau sudah tidak tahan tapi tidak mau curhat ke ortu pasti curhatnya ke sahabat. mereka dengar dan pasti ada dipihakku.
tapi anehnya disaat mereka mengkritik tentang kakaku bahkan orang tuaku, tentang cara mereka mendidik. Jujur! saya Jengkel!
yaa memang sih saya gak suka dibeginikan sama keluarga tapi hei.. yang Pantas untuk mengkritik tentang keluarga ku itu saya!
tapi, males ah berdebat. yang ada mereka itu benar dan saya bodoh kenapa juga curhat..




sekian diatas,
tentang; Kakaku ‘yang sering saya bagikan di story sosial media’ dengan prestasinya yang membuatku ikut bangga dan bersyukur punya kakak seperti dia.
orang-orang mungkin berpikir enteng banget hidupnya, bisa mencapai ini itu.
tapi mereka tidak tahu..
dia adalah anak perempuan pertama dalam keluargaku
ketika dia dewasa tanpa ada paksaan dari orang tuaku
dia tumbuh jadi anak perempuan yang sadar akan tanggung jawabnya sebagai kakak
yang harus mandiri, buat dirinya sukses supaya bisa dinikmati orang tua dan adik satu-satunya bersama keluarga yang lainnya
dia tumbuh jadi anak yang suka bicara tapi tidak pernah pamer. tentang pencapaiannya dia diam tapi menunjukannya dengan apa yang dia lakukan selama ini.
untuk orang-orang yang hanya melihatnya dari gambar, yang tidak mengenalnya. mengira ‘yaa nasibnya memang bagus’
mereka tidak tahu saja..
sebagai kakak perempuan dia harus punya mental yang kuat,
sebagai kakak dia harus kasih contoh yang baik,
sebagai dikeluarga yang islam dia harus berusaha religius dengan agamanya,
dan
sebagai kakak dalam keluarga ini… yang takut membuat orang tua tidak bahagia, kakak berhati-hati tentang pernikahan.
bagi orang lain menikah diusia senja itu seperti hal yang dipandang tidak baik, miris.
ketika mereka melihat kesuksesan kakak, mereka mengapresiasi. tapi ketika berbicara tentang pasangan, mereka seperti hmmmm…
kalau saya bilang Allah itu adil.. memberikan kesuksesan kerja dan ibadah yang lancar tapi pasangannya ditunda.. sepertinya terdengar adil
tapi ketika nantinya (Insha Allah) Allah ngasih pasangan yang membawanya ke surga walaupun diusia senjanya. menurutku
pernikahan bukan lagi persoalan siapa cepat dan lambat, bukan lagi persoalan siapa duluan berbahagia dan lambat, bukan lagi siapa cepat mendapat momongan.
tapi siapa yang bisa bersama-sama membawanya ke surga.




mereka tidak tahu saja sebanyak apa air matanya jatuh ketika pagi saya lihat kedua matanya bengkak. tapi saya pura-pura tidak tahu.
mereka tidak tahu sesering apa dia bersujud dan berdoa juga berdzikir ketika bagun pagiku, sore harinya hingga tengah malam bahkan ketika sedang berhalanganpun dia selalu memakai mukenah.
mereka tidak tahu saja sekeras apa dia bekerja hingga pulang setelah isyah ketika saya hanya bertemunya dipagi berangkat kerja dan ketika akan tidur malam.
mereka tidak tahu saja sebanyak apa dia patah hati, mereka yang mematahkan hatinya ketika saya melihat apa yang terjadi di kisah cintanya.
mereka hanya tahu kesuksesannya
dan pada titik yang kurang
mereka mengatakan itu “ah sangat disayangkan dia…”




rasa sayangku sama kakak itu ada dua
kadang benci kadang juga sayang
saya tetap membenci dia ketika marah dan cerewet
tapi saya tetap menyayangi dia
satu-satunya kakaku.




hal yang paling membuatku cemburu padanya
ketika ada perempuan lain yang menggapnya sebagai kakak, dan dia senang-senang saja
lalu hal yang paling membuatku sedih
ketika dia pergi berhari-hari meninggalkan kamar tidur kami, tiba-tiba saja saya seperti kesepian.

Komentar