Berencana-Siap; di Tahun Depan

2 minggu-an lagi tahun akan bertambah umur

ku sebut kehidupan ini sebagai bumi atau dunia saja?
ah jangan dulu merumitkan pikiran

malam ini, untuk pertama kalinya-dari yang saya ingat-yang saya perhatikan
setelah seharian hanya menggambar-melukis-menggambar lagi sampai-sampai tidak menyetrika pakaian kantor

bapak atau ibu sama sekali tidak menegur atau bahkan mengomel
padahal, waktu masih anak seklaha, belum masuk 30 menit berkutat dengan gambar pasti ditegur "menggambar teroosss tidak pernah belajarr

menggambar jadi hal yang terlarang, padahal belajar jadi hal yang menyebalkan.

oh jadi begini ya ketika menjadi dewasa, juga ketika ibu dan bapak menua dan cara mereka mendidikpun ikut berubah. jarang lagi menegur, tidak lagi mengomel. suara mereka hanya untuk menasihati yang baik-baik saja.

...

menghitung hari demi hari iru ebih mudah dari pada menghitung uang
tapi menjadwalkan hari lebih sulit dari pada mengatur keuangan

kenapa?
belum tentu besok kita masih hidup.
belum tenu besok diberikan kelancaran.
belum tentu besok kita akan baik-baik saja.

tapi tetap saja ketika disuruh memilih saya lebih suka menghitung hari-menjadwalkan hari

menyenangkan saja ketika saya bisa mengatur jadwalkan dengan rencana yang baik-baik

tapi ketika sadar, menunda adalah kelebihanku

psstthhhh~

jadwal sekedar rencana tulisa yang mustahil terealisasikan

padahal, saya sudah tidak sabar menanti tahun depan, dengan kesiapan yang sudah diangan-angankan.

hmm... bukan ingin lebih dulu mengakhiri tahun ini, tidak juga karena bersemengat
anehnya, hati saya sudah siap menerima kemungkinan besar ada kegagalan yang lebih dulu menyambut pergantian tahun depan.

apa itu?
CPNS

kata orang, berniatlah-pada masa depan-pada impian-untuk hidupmu agar baik-baik saja.
tapi, anehnya hati saya malah tak ingin berniat pada hal itu.

mungkin ini yang namanya, keputusan dari hati.
inginku menjadi seperti ini saja dulu,

tapi ditahun depan-kalau maih diberikan nafas untuk hidup-kalau masih diberi sehat-baik-baik saja (aamiin)

apa setumpuk rencana ini akan tercapai? atau menjadi angan-angan lagi?

terkadang, perihal merencanakan saya lebih percaya pada orang lain dari pada diri sendiri.

Komentar