Mari kita belajar bersyukur dimulai dari hal kecil namun rasanya seperti berat dihati untuk menerimanya.

Banyak sekali rasa syukur yang harus kita sadari. Alhamdulillahi robbil alamin alhamdulillahi robbil alamin alhamdulillahi robbil alamin..
Cobalah mulai didetik ini sampai di saat tidur malam ingat di hari-hari sebelumnya, bulan-bulan sebelumnya, tahun tahun sebelumnya hal apa yang sudah Kita dapatkan.. dimulai dari hal kecil sampai hal besar juga yang sudah terjadi hari ini. Pasti, selalu ada hal kecil yang kita dapatkan.
Untuk yang sedang menikmati masa-masanya dirumah pasti ada juga hal yang bisa di syukuri, semisal punya waktu liburan, punya waktu liat keluarga selama 24 jam, punya waktu bisa melakukan ini itu, punya waktu mendengarkan cerita dari keluarga selama 24 jam.
Dan cobalah juga untuk belajar menerima dan menikmati apa yang kita kerjakan hari ini. Dimulai dari hal kecil.
Karena untuk membuat diri bahagia, membuat kehidupan kita ringan tanpa hati yang sesak dimulai dari cara kita menikmati apa yang kita lakukan maka rasa syukur akan mengikut.
Sekali lagi.. mari kita belajar bersyukur dari hal kecil. karena.. ada banyak hal yang ingin saya ceritakan pada seisi dunia.. pada langit, pada luar angkasa, pada bulan, awan, bintang, matahari, gunung, laut, hewan laut, tanah, rumput-rumput, pohon-pohon, bunga-bunga, hewan-hewan, pada manusia bumi.. semuanya yang ada di dunia ini tidak lupa pada yang menciptakan dunia, Allah Swt.
Hari ini saya pulang membawa kabar.. (08–01–19) “Ma.. sudah ada buku rekeningku tapi masih di bank..”
“Sudah keluar gajimu?”
“Ia.. tapi kata bapak (bos saya) mama nanti ke kantor”
“Hah untuk apa?”
“gajiku itu nanti mama dulu yang ambil terus ada juga yang mau dicerita sama bapak”
“Eh tidak usah mama datang.. untuk apa?”
“Tidak tau apa yang mau bapak cerita.. datang saja.. mama atau papa atau mama dengan papa-nanti bapak hubungi kapan mama bisa kesana karena besok bapak mau ke palu” lanjut saya, mama cuman senyum senyum
Pembicaraan dikantor sebelumnya dengan Bapak, intinya yang bapak jelaskan.. bapak mau ketemu dengan mama dan pembahasan soal gaji.. bapak berharap untuk gaji pertama saya berikan semua untuk ortu supaya saya diberikan jalan untuk terus mendapatkan rezeki atau ridho ibu. Karena keberhasilan itu diperoleh dari ridho ortu. bapak cerita, dulu bapak juga seperti itu.. mereka 9 bersodara dan bapak bersama sodaranya saat dapat gaji pertama mereka memberikan dulu ke ibu.. terserah ibu mereka mau mengaturnya bagaimana.
Hal yang sangat saya syukuri.. karena mendapatkan bos yang masya Allah care nya sama pegawainya bahkan walaupun saya hanya tenaga honorer. Bapak malah kayak ortu saya, dia membimbing saya. Saya jadi ingat dosa-dosaku sama ortu apalagi sama mama. Saya sangat menerima permintaan bapak bahkan sangat bahagia dengan bapak yang memberikan saya pengalaman atau pelajaran hidup untuk merasakan membahagiakan ortu dengan cara seperti itu. Rasanya malu sekali untuk membawa ortu kesana bukan karena fisik ortu tapi bertatapan dengan ortu dan melihat anak perempuannya yang sudah besar dan bekerja. Padahal dulu saya sangatlah nakal dan kepala batu.
Lagi.. bapak adalah bos yang sangat baik.. lagi lagi.. bapak yang malah memberikan saya ole-ole.. terlihat seperti kecil tapi sebenarnya pemberian dari bos itu sangatlah berharga. Saya selalu tidak tau harus bilang apa dan membalasnya seperti apa untuk bapak.
Sebelum sebelumnya juga, ibu dan pak di kantor yang sangat perhatian.
Di minggu kedua saya hadir yang belum berpakaian dinas, ibu mila namanya datang memberikan baju dinasnya dua. Tapi respon yang saya dengar dari orang terdekat (bukan orang kantor) malah bilang “kasian cuman di kasih kasih sama orang”. Mari bersyukur dari hal kecil.. dari hal sederhana. Ia sih itu pakaian bekas.. tapi kenapa harus menolak? Kenapa harus tersinggung? Itu tanda dari perhatian ibu itu.. toh banyak hal baik yang bisa didapat, hal baiknya.. ketimbang baju itu cuman tertumpuk dilemari ibu, dan untuk saya juga.. ketimbang saya harus jahit sendiri malah menghabiskan banyak biaya. Dulu.. saya pernah memberikan pakain bekas jadi sekarang kenapa harus menolak diberikan kesempatan untuk merasakan mendapatkan pemberian dari orang. Dan tidak ada yang buruk atau rugi dari pemberian yang baik yang diberikan untuk kita. Mari kita liat sisi positifnya saja supaya bisa lebih rajin untuk bersyukur dari hal kecil. Toh yang dikasih bukan anggur merah hehehe.
Lagi.. hehehe.. saya dapat lipcream gratis. Padahal saya tidak berminat untuk beli karena kan ada punyanya mama dirumah hehehe tapi ibu fitri malah bilang ambilkan untuk lia juga. Hah? Kalau di pikir pikir lagi.. eh untuk apa? Nanti saya beli sendiri saja. Padahal saya sudah menolak. Tapi saya tetap sangat bersyukur. Toh tidak ada ruginya menerima. Alhamdulillah. Kalo di pikir lagi cuman barang kecil tapi itu bisa jadi awal penyambutan ramah untuk saya dari ibu fitri.
Dan.. dari kak anci juga.. dapat cipratan dari tukinnya. Padahal saya belum pernah bantu-bantu kak anci. Tapi masya Allah orang orang baik ini gak memandang dia siapa.
Ibu ibu dan bapak bapak disana juga pada baik baik semua.. karena kebaikan juga tidak selamanya dinilai dari materi atau barang. Kebaikan mereka terlihat dari cara mereka menyapa saya dengan hangat. Saya sangat bersyukur diterima dengan sangat ramah sama mereka bahkan mereka semua lucu lucu kocak abislah kayak teman temanku. Sulit untuk saya jelaskan bagaimana kelucuan mereka.
Disaat saya pertama kali masuk juga masya Allah disambut hangat sama mama cece, kak ela, mba mimi, kak amha dan tante heri juga bu nunu selaku sekertaris. Mereka sangatlah ramah.. saya jadi rindu bagaimana kepolosan saya selama dua minggu diruangan yang sama dengan mereka yang hanya duduk diam mendengarkan mereka bicara terus bantu bantu sedikit yang saya bisa.
Semoga mereka semua masuk surga aamiin. semoga semua orang yang selalu berbuat baik masuk surga aamiin terutama orang-orang yang ada di kehidupanku, bukan hanya orang-orang yang dikantor tapi orang-orang sebelum mereka. aamiin ya Allah
Mungkin kalian berpikir wah.. enak bener yaa saya.. kayaknya posisinya bagus.. kayaknya kerjanya enak.. kayaknya ini itu bagus dan enak. Enggak.
Saya masih ingat dengan jelas kata bos saya pada semua tenaga honorer “setiap pekerjaan ada resikonya” entah kita posisinya apa, tugasnya apa, jabatannya apa.. kita harus siap dan mau dihadapi dengan istilah tugas kasar dan tugas bersih. Apalagi tenaga honorer. Pasti lebih banyak tugas kasarnya.
Kita tetap disama ratakan kok disana tapi kita juga harus mau dan siap untuk bantu bantu pegawai disana. Bantu bantu di kerja kasarnya.
Harus kalian tau.. saya disana hanya tenaga honorer kalian pasti pernah dengar kan kisah kisah mengenai honorer. Menurutku kisah mereka memang benar tapi lagi dan lagi saya tekankan.. itu sih sebenarnya tergantung dari yang menjalaninya. Kalo dia bisa menikmati apa yang dia lakukan pasti dia bahagia-bahagia saja dengan pekerjaannya, pasti dia nyaman dengan pekerjaan, pasti dia santai-santai saja yang dia kerjakan. tapi bukan berarti dengan santai pekerjaannya tertunda ya..
Jadi di dua minggu bekerja disana barulah SK saya keluar. Krna sya teralu cpat msk sblm sk keluar dengan posisi sebagia honorer atau pramubakti atau office girl. Sangatlah tidak setara dengan titlle saya kan?. Tapi itu tergantung dengan diri kita apakah iklas menerima posisi itu atau tidak.
Kalo di pikir-pikir.. lebih baik menunggu dirumah cari info lowongan pekerjaan di tempat lain, tapi kalo di pikir pikir lagi.. kenapa tidak mencoba saja untuk merasakan sebagai pramubakti? Tidak ada ruginya dengan apa yang kita lakukan selama itu positif dan halal. kalo di pikir-pikir.. ketimbang saya dirumah tidak melakukan apa apa jadi sembari jadi pramubakti sembari saya cari info lowongan kerja lainnya. Toh juga ada hal baiknya untuk masa depan dengan pekerjaan pramubakti ini dan apalagi saya tetap akan digaji. terus.. kalau sudah berkeluarga kan saya jadi terbiasa istilah kerja kasar itu dan punya pengalaman membersihkan rumah. Ada kan hal baiknya apa yang kita lakukan.. Mari kita ambil hal baik dari setiap pekerjaan kita.
Nah.. selama dua minggu kerja karena di kantor sering buat acara yaa harus bantu-bantu kerja kasar, semisal Ngepel aula, lap meja, menyapu, bantu angkat piring, bantu potong daging, bantu angkat piring kotor pokoknya seperti kita bantu-bantu masak besar di rumah tanpa istirahat. Tau tidak.. Sampai-sampai punggungku sakit semua hahaha terus di hari kerja bakti juga.. semua pegawai yang sudah PNS juga ikut kok tapi tau gak baru kali itu kaki saya sakit kayak kena memar sangking kagetnya kerja nyapu air di masjid yang sudah tidak di pakai, nah.. yang PNS aja rajin banget keja bakti masa saya yang hanya honorer malah malas-malasan ya memang saya hanya honorer kalau kata orang.. ah kan cuman honorer tapi malah tidak wajar kalau kita yang masih muda, kalau kita yang jadi bawahan di kalah rajin dengan yang lebih tua, dikalah rajin sama atasan. Ingat terus aja.. harus ambil positifnya lagi, kenapa harus malu kerja itu? Kenapa tidak berpikir beda? Toh hal baiknya saat kita mau melakukan kerja kotor.. orang-orang memandang kita dengan pandangan yang baik kok.. “oh.. dia mau bekerja” “wah dia rajin” “dia.. bisa diharapkan” kita jadi dapat nilai tambahan, Kepercayaan pekerjaan dan diri kita juga punya pengalaman yang baik. saya dan tenaga honorer yang lainnya juga pernah juga loh disuruh membersihkan halaman kantor juga taman di kantor karna lusa ada acara jadi harus bersih. Tapi Itu karena sudah jadi kewajiban kita.. tidak boleh dianggap perbudakan. awalnya sempat mikir aduh kalo ada orang yang kenal saya liat nyabut rumput pagi-pagi di halaman kantor di kiranya pasti saya tukang kebun.. tapi ah egepe.. positifnya kan saya jadi tau kerja apalagi kerja bakti yaa walaupun cuman nyabut-nyabut rumput terus buang. Dari pada dapat tatapan sinis dari atasan terus besoknya dipecat jadi honorer hahaha mendingan hidup akan istilah pernah jadi honorer dari pada hidup dengan status pernah di pecat sebagai honorer.
Pernah.. Waktu berangkat jam enam pagi ke kantor, orang terdekat saya malah meledek “baru dia rasakan kan kerja begitu?” Ah sudahlah.. pikirku. Kenapa harus di ambil pusing? Orang-orang hanya melihat dari kebiasaan kita. Mereka tidak tau bagaimana rasanya kita sudah bisa sebersyukur mendapatkan pekerjaan ini, bagaimana perasaan kita yang malah biasa aja tapi tetap bahagia menjalaninya. Lebih baik terus berpikir yang baik. Biar yang buruknya mereka yang ambil dan kita yang ambil baiknya, pahalanya. Atau gini.. biar mereka ambil buruknya, kita sisanya, yang baiknya.
Terbilang Lumayan lama saya menunggu kepastian dimana saya akan diposisikan. karena ditempatkan di bagian umum itu hanya ruangan sementara tapi mereka juga tidak bersalah karena dimulainya waktu kerja saya memang awal tahun ini tapi saya masuk duluan di pertengahan bulan kemarin karena hanya ingin mengisi waktu nganggur. Lagi-lagi, tidak ada hal yang buruk. Saya jadi merasakan bagaimana harus sabar menunggu kepastian. saya selalu percaya.. dengan motivasi yang mengatakan “kita bekerja sesuai waktu kita” tapi saya juga tidak menyesal terlalu cepat masuk.. karena sebelum saya benar-benar memulai pekerjaan bersih atau berhadapan dengan komputer dan berkas saya sudah mendengarkan cerita-cerita ibu bapak itu.. bahkan bisa dibilang waktu itu adalah waktu yang banyak untuk lebih mengenal mereka sebelum saya benar-benar sibuk dengan pekerjaanku. sekali lagi, tidak ada yang sia-sia dengan apa yang kita kerjakan.
nah.. Semua pekerjaan itu ada resikonya kan.. juga Tidak ada pekerjaan yang buruk sekalipun itu tukang parkir, pemulung, penjual atau yang lainnya selama itu halal. Dulu saya mah paling tidak mau jadi honorer apalagi jadi guru. Tapi.. sekarang saya harus dari bawah dulu, harus rasakan apa yang saya tidak suka. seperti kata teman saya amha “tidak ada pekerjaan yang instan” dan sekarang saya dapat SK saya, di bagian pendidikan Islam. Memantau guru guru yang mengajar di pelajaran agama Islam dan madrasah. Pasti akan ada pengalaman baru lagi. Saya siap menerima pengalaman baru lagi beserta resikonya!. lagi Saya dulu paling takut kerja jadi office girl tapi ternyata tidak ada salahnya jadi office girl ketimbang hanya duduk diam di rumah atau parahnya duduk diam di kantor. karena ternyata.. tapi entahlah kalau tenaga honorer di tempat lain, setiap honorer punya pekerjaan tambahan tapi itu pekerjaan kasar semisal saya dapat bagian membersihkan wastafel dan ruangan bos saya nah itu tempat yang harus saya bersihkan sendirian.. ada tambahan terakhir yang harus dibersihkan dengan tenaga honorer yang lainnya yaitu membersihkan halaman kantor dan taman. jadi pekerjaan saya bukan hanya di bagian pendidikan Islam mengurus berkas-berkasnya, ke sekolah-sekolah, membersihkan ruangan kerja, melayani kepala seksi sama pegawai yang lainnya, tapi harus membersihkan pekerjaan tambahan yang lainnya.
Saya membagikan ceritaku ini.. bukan untuk ria. Tapi kenapa tidak berpikir pada sisi yang lain? Pada sisi postifnya? Pada bagaimana caranya kita menerima dan menikmati apa yang kita lakukan sebagai membahagiakan diri?! Setiap yang kita lakukan apalagi soal pekerjaan pasti ada resikonya tapi kenapa kita tidak lebih wellcome dengan pengalaman? Sama seperti yang sering kita liat kiriman di story sosmed dari teman teman kita, ah bikin iri saja dia.. ah dia pamer.. . Tapi kenapa kita tidak liat disisi lainnya.. wah dia bisa bersyukur dengan apa yang dia dapat, wah semoga saya kayak dia bisa bersyukur aamiin.. wah semoga saya bisa kayak dia
Krna saya pikir mungkin ada yang masih mengeluh dengan pekerjaan jadinya lupa untuk bersyukur dan pada rezkinya. mungkin ada yang lupa akan rezeki-rezekinya hari ini walaupun kecil. mungkin ada yang lupa mensyukuri yang dia lakukan hari ini walaupun itu kecil bahkan berat.
mungkin dengan cara seperti ini kita bisa tau arti kehidupan. belajar untuk menikmati dan menysukuri apa yang kita lakukan. karena selama itu pekerjaan yang baik dan halal, itu tidak akan sia-sia. selama kita bisa mengambil positifnya kita akan bisa memaknai kehidupan.
Coba bayangkan kalau saya lebih banyak mengeluh.. ah kenapa saya mau jadi honorer? ortu saya sudah capek-capek biayahin kuliah saya yaa kalau di bandingkan dengan uang yang dihabiskan keluarga saya ini tidak sebandinglah.. saya harus dapat gaji diatas kiriman uang bulanan saya waktu kuliah atau setara jumlahnya. Ah kenapa saya harus mau jadi office girl kan tidak setara dengan tittle saya yang sudah sarjana.. saya sudah kuliah 4 tahun, jenjang waktu memuntut ilmu saya 16 tahun terus waktu saya kuliah saya kan pegang polpen sama buku sama komputer juga bahkan saya pernah kursus bukan pegang cuci piring sama menyapu. dirumah juga saya kan pegangnya hp sama menonton bukan mengepel dan angkat piring. Ah posisi saya tidak sesuai dengan keilmuan saya.. saya kan jurusan hukum masa harus membuat laporan tentang guru guru? Itu kan lebih cocok yang sarjana pendidikan atau administrasi jadi saya harus punya pekerjaan yang sesuailah dengan kelimuan saya semisal jaksa atau pengacara.
Allah dah atur rezeki kita sesuai dengan apa yang kita bisa dan yang terbaik untuk kita. Karena setiap yang terjadi dihidup kita selalu hasilnya akan bermakna untuk kehidupan kita dan semua itu terjadi sesuai waktunya.. disaat Allah tau kita sudah dewasa menerima apa yang terjadi di kehidupan kita. jadi kita siap melakukannya dan siap memaknai apa yang terjadi.
Saya juga bukan mahluk sempurna.. pasti akan ada satu waktu saya akan mengeluh tapi semoga dengan tulisan ini bisa mengingatkan saya juga teman teman.
Mmm.. Saya tidak tau.. bahkan tidak ingat doa apa yang pernah saya panjatkan kemarin atau bahkan tahun-tahun yang lalu. Saya tidak tau doa apa atau ridho apa yang keluarga saya panjatkan. Saya tidak ingat hal apa yang sudah saya lakukan karena seingat ku sampai diusia 22 tahun ini hanya dosa besar yang saya lakukan.
Selain dengan belajar bersyukur dan menikmati hidup ayo.. sesekali berdoa yang baik baik soal rezeki, soal pekerjaan, soal masa depan untuk ortu, soal cita-cita, soal pendidikan, pokoknya soal diri kita supaya kita bisa hidup dengan baik, kalo soal jodoh Allah tau kok siapa yang kita suka jadi biar Allah yang atur tapi Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita. Saya jadi ingat kata andoong “buat diri kita bermanfaat untuk umat” itu yel yel delegasi kami loh. Ternyata inilah maksudnya, apapun yang kita kerjakan, kerjakanlah dengan baik kalo perlu kerahkan seluruh kemampuan agar dapat hasil yang baik. Tidak ada yang sia sia apa yang kita kerjakan selama itu baik. Positifnya kita punya pengalaman mengerjakan ini itu.. tubuh kita jadi biasa kalau melakukannya yang kedua kali, tubuh kita jadi berpengalaman melakukan ini itu.
Buktinya lagi.. soal takdir Allah semisal sekarang ini dan soal cita citaku. Setelah wisuda pengen banget ambil kursus bahasa inggris dan toefl di kediri terus mau kuliah lagi di jurusan fashion design karena saya suka menggambar dan itu cita cita terpendam. Bayangin dua bulan nganggur dan di dua bulan itu saya memendam rasa jengkel karna tidak di respon keinginan saya yang mau kursus terus hoby menggambar saya juga dianggap biasa saja. Sakit? Ialah
Tapi.. ternyata inilah jalan takdirku.. jadi honorer tapi dikelilingi orang orang baik. Alhamdulillah. Tapi saya tau mungkin saya akan mendapatkan masalah di kantor tapi kenapa tidak mulai belajar bersyukur dari yang kita dapatkan dari pada tidak pernah bersyukur walaupun hanya sekali?
Ah.. saya mulai nyaman dengan mereka. Bersama bu ibu dan bapak bapak yang gaul yang tiap hari dengarkan lagunya armada, seventeen dan anji. Tapi saya juga bersyukur di kantor semuanya ibu ibu dan bapak bapak jadi tidak bakalan cinlok hahaha ini bukan kegeeran tapi ini namanya kemungkinan yang bisa saja terjadi hahaha.
Saya jadi flashback.. dulu saya susah sekali terima kenyataan kuliah di UIN tapi alhamdulillah berkat kuliah di sana saya punya teman-teman yang bukan hanya baik tapi bermakna untuk pengalaman dan pandangan hidup. Solidaritas mereka itu solidaritas tanpa batas. Semoga kita semua hidup dengan baik, tanpa hutang dan rajin bersedekah tapi yang paling penting semoga kita semua masuk surga aamiin.

Komentar