Nama dan Tempat milik Bapak dan Ibu di Kota ini...

Mungki kalau bapak ibuku punya nama di kota ini,
kemanapun saya pergi hanya dengan sebut nama bapak atau nama ibu atau bahkan ketika mereka menyebut nama asliku dengan fam di belakang,
pasti langsug mengenali anak dari keluarga mana yang mereka temui ini, anak dari keluarga ternama.

punya tempat dan nama di kota berkat bapak dan ibu,
ketika sedang mengadakan acara, semisal syukuran atau nikahan,
menjadi hal yang harus mengundang tokoh penting lainnya yang ada di kota ini
karena, siapa yang tak kenal bapak dan ibu?!

kursi tamu undangan paling depan berjejeran puluhan tkoh penting,
paling belakang teman sekolah dan sisanya kenalan kalangan orang biasa dari bapak dan ibu-lagi.

suasana acara jadi lebih berkelas dan harus didekor berkelas karena dihadiri para tokoh penting-kenalan bapak dan ibu
kursi tamu undangan tokoh penting menjadi penunjukan siapa anak pemilik acara ini
apalah daya, teman sekolah datang tanpa mengenal siapa orang-orang ini, yang ia tahu... temannya berasal dari kalangan orang penting.

terkadang nama bapak dan ibu, kenalan bapak dan ibu jadi kecipratan pada kita yang sebenarnya tidak memiliki apa-apanya
hanyalah bapak dan ibu yang memiliki nama dan tempat di kota ini

atas hasil dari bapak dan ibuku
ku dapatkan juga nama dan tempat ini dari mereka
tanpa perlu bersusah payah
cukup menjadi anaknya saja.
cukup menikah yang sepadan.
memiliki anak juga
dan hingga bapak dan ibu menua
walaupun, pensiun menjadi jabatan baru
walaupun, aku tak sebesar bapak dan ibu
tapi lahir dari bapak dan ibu yang memiliki nama dan tempat
sudah, beginilah beruntungnya.

...

apa tidak masalah menumpang nama dan tempat milik bapak dan ibu?
seharusnya tamu undangan dihadiri oleh teman-teman sekolah saja, karena merekalah
tamu undangan paling penting.

terkadang, saya bersyukur bapak dan ibu tidak memiliki nama dan tempat di kota ini
karena, dekorasi acara cukup sesederhana mungkin, tamu undangan cukup yang terdekat bagai keluarga, dan tak perlu memaksa kemewahan bahkan dihargai sebagai orang penting.

mandiri itu lebih baik bu.. pak..
bapak dan ibu mandiri pada pekerjaannya tanpa perlu percikan kehormatan dan anak-anaknya mandiri tanpa percikan dari bapak ibu-lagi.

takut saja, ketika tahta dan harta yang dibanggakan hanyalah dari numpang, walaupun itu dari orang tua.

karena seringnya, anak tak perlu berusaha lagi.

...

mengutip kembali perkataan sahabat saya

"yang kaya itu bapak saya, yang punya segalanya-duit itu bapak saya. Bukan Saya"

Komentar