Sahabat yang cemburu

Seorang teman cowok-sudah lama kami tidak berkomunikasi-tiba-tiba saja curhat

semenjak dia punya teman baru, komunita baru, tempat jalan baru bareng teman baru. teman lamanya satu persatu mulai nyari dia, mempertanyakan kesolidtan mereka yang dulu.

katanya, dia masih menganggap mereka sahabat, hanya saja dia igin bersikap adil dan baik-pada teman baru dan teman lama. tapi ternyata, menjadi baik dan adil itu sulit juga lama kelamaan dia capek-sayapun pernah merasakannya, capek ke diri sendiri.

saya pikir hanya persahabatan cewek yang rumit
yaa faktanya, siapapun manusianya kalau sudah masuk zona persahabatan,
bakalan ada satu teman yang akan nuntut kita harus selalu ada, gak boleh berpaling dari persahabatan baru dilingkungan baru kita

tapi, tetap akan ada satu teman juga yang tidak akan mengikat kita, dia bukannya cuek atau tidak menganggap kita sahabatnya. dia paham, sahabatku juga seorang manusia. manusia sosial yang butuh berinteraksi dengan orang baru biar hidupnya tidak membosankan. kalau tidak begitu, rasanya sahabatnya belum mencapai menjadi manusia.

kita mana boleh mengikat seorang sahabat, melarang dia (terkecuali pada hal yang dosa-tidak baik), rasanya kita jadi manusia egois.

tapi terkadang juga, ketika kita terlalu banyak nuntut, kita selalu saja beralasan. kitalah yang paling tersakiti karena ditinggalkan.

padahal kitalah yang paling egois, mengekang sahabat harus seperti yang kita inginkan. seharusnya kita harus mau menerima dunia luar-bersama manusianya. tidak ada salahnya berkenalan dengan orang baru (kitapun sebelum sekarab ini adalah orang asing)

jikalaupun mereka ternyata jahat, saya selalu percaya

setiap perkenala selalu mengandung makna

tapi, ada juga yang bilang. cemburu tanda sayang
tapi, menurutku. cemburu itu ada bedanya...

Komentar