Kisah Opa dan Lia

Panggilan telepon seluler dari Kakek malam ini membuat saya teringat pada kenanganku dengan Opa.

Sebenarnya kenangan kami tidak banyak, entah karena kami terpisah dengan jarak yang jauh atau saya hanya tidak mengingatnya karena masih kecil. hanya beberapa kenangan yang saya ingat, ketika mulai beranjak besar

saya ingat ketika waktu sekolah dasar, opa sering sekali menelepon Lia. melalui telepon seluler Om yang masih tinggal serumah dengan kakek, setelah berbincang sebentar dengan mama.. Om akan bertanya kabarku demi menyambungkannya dengan kakek. sepertinya, saya adalah cucu kesayangannya. terima kasih kakek

waktu saya masih kecil, saya adalah anak gadis yang pemalu-sangat pemalu. padahal Opa berada dijauh sana, kita hanya berbicara melalui telepon rumah dan jarang bertemu seharusnya saya harus berseru bahagia tapi malah sebaliknya, saya malah malu-malu tapi itu karena sangking bahagianya Opa!. Lia sayang Opa

saya ingat ketika berkunjung kembali ke Manado ketika kelas 3/4 SD yg ternyata jadi terakhir kalinya saya bertemu Opa secara langsung-sampai Opa telah berpulang di kelas 2 SMA. Saya duduk bermain dengan kak Wawan lalu Opa datang merangkul saya dikursi, saya malu sekali seperti gadis muda yg sedang jatuh cinta tapi sebenarnya Lia bahagia sekali. Lia bahagia sekali Opa!

setelah itu perjumpaan kita hanya melalui telepon rumah, saya tidak peka waktu itu, tiap bulan atau tiap tahunkah Opa menelepon saya, tapi yang saya sadari Opa akan menelepon saya ketika Opa rindu Lia :")

Ia... saya baru tersadar, ketika saya mulai sering merasakan demam secara tiba-tiba tanpa ada sebab dan itu karena Opa rindu lia :"). kita punya ikatan batin Opa :")  tapi Lia sedih, ketika hal menakjubkan itu hanya saya rasakan di bangku SMP hingga SMA ketika Opa akhirnya berpulang

Saya ingin sekali ikut Mama melihat wajah kakek sebelum dikuburkan, tapi Opa.. waktu itu saya sedang ujian kenaikan kelas. Opa.. lia minta maaf yang diam-diam disini jadi cucu yang nakal, Opa.. lia berterima kasih telah menyayangi lia apa adanya.. Opa.. Lia sayang Opa. Opa pasti disurga aamiin

Opa yang terpisah jauh dengan saya, nyatanya saya jarang mendapat kasih sayang secara langsung sama Opa apalagi Oma yang lebih dulu berpulang ketika saya masih berumur 5 tahun. Saya terkadang iri sama mereka yang masih memiliki lengkap Oma dan Opa nya-saya juga ingin merasakan kasih sayang mereka karena katanya, kasih sayang ortu dengan kakek/nenek itu beda

tapi saya tetap bersyukur atas perhatian yang Opa dan Oma berikan, ada sepenggal kenangan yang membuat saya bahagia dari kalian.. atas kasih sayang kalian walau jarak memisahkan

saya ingat, ketika pertama kalinya saya merantau.. dimana saya sedang stres stresnya menghadapi tes masuk kuliah, tiba-tiba saya rindu Opa. saya rindu perhatian Opa, kasih sayang Opa walau hanya melalui telepon... walau Opa tidak bilang rindu tapi ternyata Opa sedang rindu

setiap kali mengingat ini, setiap kali mengenang perhatian yang Opa berikan.. Lia selalu menangis.. rindu.. Opa.. lia berdoa semoga Opa disurga.. walaupun entah Lia disurga juga atau  tidak..

Lia sayang Opa. terima kasih Opa.



Komentar