AMNESIA

Image result for amnesia
Belakangan ini ketika saya mengingat kenangan semasa kuliah dan teman-teman kuliah kok rasanya semua hal termasuk mereka seperti mimpi. kuliah dan teman-teman kuliah seperti sebuah mimpi.

ya.. saya baru merasakan ketika selesai menonton movie Korea berjudul Born 1982. saya bukan terbawa suasana dengan filmnya tapi memang beginilah yang belakangan ini saya rasakan ketika mengingat mereka. Born 1982 seperti jawaban yang saya rasakan. jadi, apa saya mengalami amnesia? sebabnya...

karena saya terlalu bahagia memiliki mereka, setelah punya sahabat-sahabat yang baik lalu masuk dalam dunia perkuliahan. suasanannya jadi berbeda, awalnya saya masih belum bisa menerima lingkungan baru ini. tempat kuliah dan teman-teman kuliah yang saya inginkan bukan seperti ini tapi lambat laun ketika memasuki pertengahan semester, akhirnya saya nyaman dengan semua hal mengenai perkuliahan apalagi teman-teman yang sangat solidaritas tanpa batas. 

malahan merekalah yang mengajarkan saya tentang kehidupan, mereka tidak mengajarkan dengan berpidato atau doktrin atau teori atau berceloteh panjang lebar, mereka mengajarkan dengan sikap. ketika diantar kami sakit, kita semua sama-sama membawa ke rumah sakit, menunggu, menemani hingga pagi hingga hari berganti, hingga orang tua datang.

candaan kita memang terkadang agak sensitif hingga melukai hati tapi tak pernah ada kata benci walau yaa tak bisa di pungkiri permusuhan sering jadi terjadi tapi setelah itu kita tetap seperti keluarga.

kita berpergian bersama-sama walau hanya menggunakan motor, walau uang hanya untuk kongsi isi bensi, nginap di kos.. semua hal yang baru kali ini ada dihidupku dan semua kenangan ini sangatlah Menakjubkan dan Berharga.

itulah sebabnya, teman-teman kuliahku sungguh berharga. pemikiranku jadi lebih terbuka dan dalam hal sosialpun saya tidak lagi memandang sebelah mata.

satu hal yang paling berkesa dari yang mereka ajarkan "jangan memandang orang dari covernya" sebagian dari teman kelasku apalagi yang prianya, bergaya ala aktivis yang urak-urakan. tapi sisi lain dari style mereka, mereka teman yang sangat solid.

---

setelah menyelesaikan skripsi dan diwisuda, saya yang berasal dari daerah yang berbeda-merantau. memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. Makassar dan Poso jarak tempuhnya kalau naik bis cukup jauh tapi untuk naik pesawat hanya satu jam sayangnya harga tiketnya masih sangat mahal.

sungguh saya sangat sedih meninggal teman-teman kuliahku, mereka sudah ada dihatiku. rasanya candaan mereka tidak akan saya dapat di kampung halaman, candaan mereka tidak akan sama dengan candaan teman yang lain. tapi karena ada beberapa kejadian yg membuat saya tidak nyaman di Makassar lagi yang menjadikan alasan kuat untuk lebih baik kembali ke kampung halaman.

mungkin teman-temanku berpikir saya sangat bahagia akhirnya kembali menetap di Poso, iaa itu juga benar.. saya kembali ke rumah bersama keluarga. tapi rasa sedihku tidak bisa saya pungkiri, saya harus jauh dan entah kapan lagi bertemu mereka.

kesedihanku saya tutupi dengan sifat cuekku. padahal selama perjalanan di dalam bis, saya selalu mengingat mereka. hingga setahun sudah di Poso saya sempat menangis karena rindu mereka. saya berharap rinduku tersampaikan dalam mimpi mereka.

---

saya tipe yang tidak suka membiarkan rasa sakit terus menyiksa hatiku, saya tipe yang tidak suka mengingat kebahagiaan yang akan membuatku sedih. tanpa berpikir panjang, ketika saya tau saya harus kembali ke kampung halaman selamanya dan entah kapan lagi ke Makassar dan saya tahu ini membuat saya sakit, saya memutuskan untuk mengubur kenanganku selama kuliah termasuk teman-temanku.

mungkin inilah yang membuatku seperti amnesia, khawatir kenangan kebahagiaan menjadi rasa sakit akhirnya saya memaksa untuk menguburnya padahal diri saya belum siap dan tidak bisa menerimanya. jadi ketika mengingat semua kenangan itu, malah jadi seperti mimpi-mimpi yang terjadi tadi malam.

saya jadi sedikit sedih mendapati kenyataan ini, saya tidak ingin melupakan teman-teman kuliahku! mereka seperti warisan berhargaku! mereka sangat berharga! suka duka merekalah yang selalu membantuku! merekalah yang membentuk saya jadi lebih berpikiran terbuka dan solid tanpa memandang rendah siapapun!

saya ingin menangis
saya ingin bertemu mereka
saya ingin bercanda dengan mereka

---

komunikasi memang bisa dilakukan diaplikasi manapun, dizaman secanggih ini komunikasi jadi lebih mudah. sebulan, dua bulan, empat bulan, komunikasi masih intens saya lakukan bahkan ketika sedang ada acara seperti yudisium atau kumpul-kumpul saya selalu menyempatkan untuk vidio call mereka, saya tidak mau melewatkan sedikitpun keseruan mereka disana. saya tidak ingin tertinggal walau saya jauh disini.

tapi setelah beberapa bulan hingga hari ini, komunikasi secara personal jadi jarang dilakukan. karena kesibukanku dan kebiasaanku yang mulai malas dan lelah menggunakan aplikasi komunikasi seperti whastapp. tapi syukurlah, grup kelas kami masih selalu ramai.

bahkan walau candaan mereka hanya sebuah stiker, hanya berisi dua kata sudah bisa membuatku tertawa terbahak. sesimpel itu leluconku.

---

mungkin saya terlalu menganggumi teman-temanku
seharusnya saya move on dan mencari dunia baru

sudah saya lakukan

tapi tetap saja berbeda.
atau saya belum mendapatkan senyaman seperti mereka.
sebermakna seperti mereka?


Komentar