Hujan (ku) Hari InI


pernah saya membenci hujan, tapi beberapa manusia sangat menyukai hujan. karena dari hujan ada suasana meneduhkan, dingin namun nyaman, dan hujan bisa menghadirkan kenangan dari rintiknya yang turun dan gemuru suaranya.

tik tik jatuh deras ke tanah dengan suaranya yang bergemuru, seolah tanpa memberikan pilihan mana yang ingin kamu kenang. menyakitkan atau membahagiakan-waktu itu.

hujan ku hari ini membawa dimasa saya membenci hujan. gemurunya sangat mengganggung ditelingaku apalagi ketika deras, seperti membuat keributan di seng rumah-sangat mengganggu.
bau tanahnya yang menyebalkan apalagi pada tahi kucing yang ditimbun dengan pasir
lalu ketika harus melalui jalanan becek, oh astaga... sebenarnya hujan tak bisa disalahkan ketika dia harus menjadi genangan, yang salah adalah kenapa jalanan tetap bertanah atau berlubang.
dan yang paling menyebalkan disaat saya punya urusan penting tapi hujan malah jatuh seenaknya dan sesuka hatinya kapan ingin berhenti

sebenarnya hujan tak punya salah, hujan pasti punya alasan untuk jatuh-hujan tak seegois itu.

hujan diwaktu dulu membuatku ketakutan karena gemurunya
membuatku terasa seperti sendirian karena keteduhannya
membuatku ingin menangis karena tak ada yang menemani, apalagi ketika lampu yang dipadamkan.
dan itu terjadi ketika diusiaku masih enam tahun, disaat kedua orang tua dari pagi pergi ke kebun hingga menjelang maghrib atau bahkan isyah baru pulang dan mereka menitip rumah untuk dijaga padaku sendirian.

walaupun berada dirumah sendiri tapi dikeadaan lampu padam, hujan lebat yang terkadang dibarengi sambaran petir dilangit dan sendirian, bagiku diusia yang masih kanak sungguh menakutkan.
terlahir dari bapak dan ibu yang tegas, tak boleh sedikitpun mengeluh atau merengek. jadi, yaa.. saya tetap akan menunggu mereka dirumah sendirian yang hanya ditemani lampu botol. mama sudah mengajarkan saya bagaimana menyalakan korek api dan menggunakan lampu botol.
terkadang saya malah merasa menjadi anak kecil yang hebat, diusia yang masih kanak saya berani sendirian dirumah dengan kondisi hujan dan mati lampu. andaikan ada lomba "melihat tingkat keberanian anak kecil ketika hujan dan mati lampu sendirian dirumah" mungkin saya akan mendapatkan juara pertama

mengingat semua itu sekarang malah menjadi tawa kecil, dulu saya sebenci itu pada hujan dan selalu membawa trauma-sungguh saya tak suka gemurunya.

tapi sekarang saya sudah lebih menikmati, ketika hujan turun saya tak perlu berlari menghindari rintiknya.
ketika waktu jam pulang kantor telah tiba tetapi hujan malah turun dengan derasnya, saya tak bergerutu lagi. saya tetap akan pulang walau basah-basahan, toh tidak ada salahnya, motor jadi tercuci sendiri.

inilah Hujan (Ku) Hari InI.


Komentar